Doa (Kepada pemeluk teguh)
Karya : Chairil Anwar
Tuhanku…
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu…
Biar susah sungguh…
Mengingat Kau penuh seluruh…
CahyaMu panas suci…
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi…
Tuhanku…
Aku hilang bentuk,,remuk
Tuhanku…
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku…
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling…
Assalamualaikum Wr Wb. Dalam tulisan kali ini saya akan memberikan
sudut pandang saya tentang puisi Doa yang diciptakan oleh Chairul Anwar,
sebagai kelengkapan tugas dalam Mata
Kuliah Bahasa Visual pada semester V.
Dimana besar harapan saya agar dapat lulus dengan selalu mengerjakan semua
tugas-tugas yang telah diberikan dan mendapatkan ilmu yang berguna nantinya.
Saat kita terlahir di dunia, kita
dilahirkan dalam keadaan yang bersih dan suci. Kita juga belum tau apa itu
agama dan tuhan itu siapa. Kita hanya mengikuti apa yang orangtua kita pilih
dan apa yang mereka suruh, sampai ketika kita sudah beranjak dewasa dan sudah
bisa mengunakan akal pikiran kita soal dunia dan kehidupan saat itu kita
memulai perjalanan hidup.
Doa dalam puisi yang dicipatakan oleh
Chairul Anwar menunjukan kepada manusia
yang sedang dalam bertaubat besar, dalam semua kejahatan yang penuh dosa aku
tahu bahwa masih ada waktu untuk meminta ampun kepada-Mu.
Untuk manusia yang ragu akan adanya
sang pencipta, namun disaat kita sedang tersudut secara tidak sadar kita
menyebut nama-Nya. Hal ini sering kita alami sewaktu kita takut akan masalah
dunia dan tidak ada jalan keluar sesaat pasti kita akan beristiqfar menyebut
nama-Nya.
Ketika kita sedang ada dalam
masalah, bercerita kepada teman atau kerabat merupakan salah satu cara kita
mencari solusi dalam memecahkan masalah tersebut, kadang cara itu bisa membuat
kita sedikit lega karena telah mengeluarkan apa yang ada didalam kepala dan isi
hati kita. Tetapi saat kita sedang ada dalam masalah dan kita berdoa
kepada-Nya percayalah kita akan
merasakan ketenangan jiwa, walaupun hanya mendapat ketenangan jiwa insyaallah kita dapat menyelesaikan
masalah yang sedang kita hadapi karena dengan hati dan pikiran yang tenang kita
tidak akan terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan.
Tak ada jalan yang mudah untuk
mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, pasti ada proses untuk mendapatkannya
rugi waktu, tenaga, dan uang itu sudah pasti tetapi belum tentu kita
mendapatkannya. Saat semua tidak tercapai hanya perasaan kecewa yang
tertinggal, disaat itu kita pasti baru akan mendekatkan diri kepada-Nya.
Kita sering juga mencari muka
dihadapan teman, bos, dosen, pacar dosen, calon mertua, ataupun selingkuhan
dosen. Hal ini dilakukan lantaran kita ingin terlihat baik dimata mereka dan
mendapatkan kepercayaannya, agar mempermudah urusan kita kedepannya. tetapi
saat kita mulai terlihat berbohong dihadapan mereka atau sandiwara kita mulai
ketahuan mungkin kita akan dijahuin oleh mereka dan kita sendiri akan merasa
malu. tetapi mengapa saat kita menghadap tuhan (berdoa) kita tidak malu, padahal kita sering berjanji
kepada-Nya untuk tidak mengulangi kesalahan yang membuat dosa namun kita terus
mengulanginya lagi, lagi dan lag. Itulah tuhan, tuhan tidak akan berprasangka
buruk kepada hambanya karena tuhan itu Mahapengasih.
Kesimpulan dari semua apa yang
telah saya tulis diatas, Bahwa setiap manusia berhak untuk berdoa sekedar
menangkan hati ataupun memohon jawaban atas masalah yang sedang dihadapi,
percayalah setiap agama pasti mengajarakan sebuah kebaikan tidak ada agama yang
menjerumuskan kedalam kejahatan. Karena yang jatuh sekalipun pasti akan
diangkat kembali oleh tuhan karena Tuhan itu Mahasegalanya. Demikian sudut
pandang saya tentang puisi Doa - Chairul Anwar, Tidak ada alur yang bisa di
ulur Wasalammualaikum Wr Wb.
Comments
Post a Comment