Skip to main content

Bebas Batas


Assalamualaikum Wr Wb. Bertemu lagi dan lagi dengan saya, Dalam tulisan kali ini saya akan mengulas dan meberikan sudut pandang saya tentang beberapa karya yang ada di pameran seni rupa yang bertema BEBAS BATAS  yang diselenggaran di galeri nasional jakarta, sebagai kelengkapan tugas  dalam Mata Kuliah Bahasa Visual pada semester  V. Dimana besar harapan saya agar dapat lulus dengan selalu mengerjakan semua tugas-tugas yang telah diberikan dan mendapatkan nilai yang memuaskan nantinya.
“BEBAS BATAS” 
Pameran Seni Rupa karya ‘seniman /difabel’ ini adalah acara pertama kali, dan diselanggarakan khusus oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, serta didukung oleh Galeri Nasional Indonesia, Agency for Cultural Affairs, Government of Japan – International Exchange Program Executive Committee for Disabled people’s Culture & Arts for Japan, PT Angkasa Pura II, dan PT Transportasi Jakarta. Pameran ini menjadi bagian penting dari upaya untuk mengembangkan apresiasi dan meningkatkan kesadaran apresiator dalam mendukung terciptanya masyarakat inklusif bersama para seniman yang disebut ‘menyandang disabilitas/difabilitas.’
                Pameran ini menampilkan karya karya dari 35 peserta hasil dari seleksi ‘open call’, juga berbagai karya dari sepuluh peserta undangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Karya-karya koleksi Borderless Art Museum No-Ma Jepang, hasil workshop dari Kedutaan Spanyol di Indonesia, Proyek seni yang didukung Institut Francis di Indonesia , Proyek seni yang didukung British Council, Plus karya-karya terseleksi dari Lima Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Indonesia. Karya-karya yang ditampilkan sebagian besar meliputi karya dua dimensi, dari lukisan, fotografi, gambar(drawing), media campur (mixed media), hingga karya audio visual dan interaktif. Kesemua karya menghadirkan bentuk dan teknik yang beragam, dari bentuk konvensional hingga kontemporer.
Ide karya mereka membentang dari penggalaman pribadi, bahkan kritik dan penghayatan mereka atas kondisi/social budaya. Dengan mengabaikan berbagai hsail diagnosis dari otoritas medis, dapat dikatakan bahwa ekspresi mereka lugas, spontan, dan kuat.


1.       Karya berjudul “ AKU “ sebuah karya video dokumenter, kisah tentang Budi Rinoso dan kawan-kawannya sesama penderita ‘gangguan’ kejiwaan Skizofrenia dan Bipolar, yang mencoba merekonstruksi ulang (Aku) diri mereka lewat proses teater dan film.
Dalam video ini terlihat organisasi yang didalam anggotanya merupakan para penderita gangguan kejiwaan bahkan sampai struktur kepemimpinannya pun adalah  penderita gangguan jiwa.   Karya yang diciptakan mereka merupakan suatu usaha kerja keras yang sangat membanggakan. Disana saat melakukan proses pembuatan sebuah video, mereka terlebih dulu belajar bagaimana ekspresi muka yang harus terlihat saat terjadi sesuatu. Disini mereka harus menganggap Aku ini seperti apa saat mereka berekspresi, sulit memang menanyakan bagaimana ekspresiku tadi/sesuai tidak terhadap sesama penderita  dengan peran yang harus mereka lakukan nanti saat akan melakukan teater. Aku adalah dasar pemikiran dari mereka penderita ‘gangguan’ kejiwaan terkadang ekspresi mereka spontan yang menjadikan meraka menjadi Aku.



2.       Karya dari YAMAZAKI Kenichi
Yamazaki menggambar tiap hari dengan irama yang teratur dirumah sakit jiwa tempat dia dirawat. Seluruh karyanya dibuat menggunakan metode yang hampir sama, yaitu membuat lubang dengan jarum jangka pada kertas berkotak, diberi jarak beberapa skala, dan menyambung lubang-lubangnya untuk membuat bentuk. Maka muncul corak yang indah seperti kain renda dibelakang kertasnya dengan lubang-lubang jarum yang teratur dan tak terhitung. Semua karyanya yang mencapai hampir 3.000 lembar disusun dalam file satu per satu olehnya. Dia memiliki perlengkapan alat sketsa profesional dalam kotak di laci lemarinya yang terletak disamping tempat tidur. Saat dia masih hidup, dia sering menggatakan seperti ini dengan bangga. “kalau menggambar, harus ,menggunakan alat ini untuk membuat sketsa yang teliti. Karena pekerjaan saya penting sekali”. Motif utama yang dia gambar berulang-ulang ada 3 jenis. Pertama adalah jendela bangunan yang berderet secara teratur. Yang kedua adalah kapal besar yang memuat ekskavator dan alat Derek. Yang ketiga adalah gambar pusat kontrol. Di sela-sela digambar tumbuhan lucu, dan dia mengatakan. “ini padi yang saya tanam.”
 Dalam karyanya Yamazaki mempunyai kesatuan yang  tersusun secara baik dimana setiap bidang yang digambar selalu memperhitungkan skala dengan benar, tingkat kerumitan gambar yang dibuatnya pun terlihat hampir proporsi didalam kertas kotak-kotak yang digunakan serta kesungguhan dia dalam membuat gambar sanggat penting, kemampuan dia menggambar dapat menyatu dengan jiwanya meskipun dia mengalami ‘gangguan jiwa’.



3.       Karya berjudul “ apa yang menjadikanmu menjadi kamu? “
Sulit memang untuk berpikir apa yang menjadi dirimu, tetapi ini bukan sesuatu yang untuk dipikirkan namun sesuatu tingkah yang mencerminkan diri kita. “ sosial, semangat, seni, ketenangan, religion, karya, manfaat, imajinasi, eksistensi, kesenangan, kemalasan, mimpi, organized, bayangan, sejarah, inspirasi, hati, rasa ingin tahu, sukses, empati, gesit, ceria, makanan, kerja keras, keresahan, dan art therapy”. Seorang disabilitas saja tidak mau menggap dirinya cacat atau berbeda, sebab apa yang kita bisa mereka juga bisa. Itu semua terlihat dari jawaban mereka di atas pertanyaan “apa yang menjadikanmu menjadi kamu?”.
Saya sendiri sangat salut dan merinding dengan mereka penyandang disabilitas, karya seni yang mereka buat dapat menyamaratakan mereka didunia seni. 


 

4.       Karya berjudul “three in one”
Karya ini menceritakan bahwa tidak ada perbedaan diantara kita dilihat dari segi Religion atau Ras, sebelah kiri merupakan perempuan beragama Kristen, ditengah perempuan beragama islam, dan sebelah kiri perempuan keturunan china. Mereka dilukis dalam satu frame dengan menggunakan kuas dan tinta yang sama tak ada yang dibedakan.

         Kesimpulan dari tulisan diatas , kita bisa jadi apa saja, kita bisa jadi siapa saja, kita bisa berbuat apa saja dengan menjadi diri kita sendiri. Jangan batasi diri kita dengan pemikiran negative, pemikiran mudah menyerah. Karena kita sama dan kita bisa.
Maaf jika ada salah pengetikan nama dan judul karya, dan maaf juga disini saya bukan bertindak sebagai kurator yang menilai suatu karya seseorang. Saya menulis hanya untuk memenuhi kebutuhan tugas kuliah saya. Terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Tugas 2

Doa (Kepada pemeluk teguh) Karya : Chairil Anwar Tuhanku… Dalam termangu Aku masih menyebut namamu… Biar susah sungguh… Mengingat Kau penuh seluruh… CahyaMu panas suci… Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi… Tuhanku… Aku hilang bentuk,,remuk Tuhanku… Aku mengembara di negeri asing Tuhanku… Di pintuMu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling… Assalamualaikum Wr Wb.   Dalam tulisan kali ini saya akan memberikan sudut pandang saya tentang puisi Doa yang diciptakan oleh Chairul Anwar, sebagai kelengkapan tugas   dalam Mata Kuliah Bahasa Visual pada semester   V. Dimana besar harapan saya agar dapat lulus dengan selalu mengerjakan semua tugas-tugas yang telah diberikan dan mendapatkan ilmu yang berguna nantinya. Saat kita terlahir di dunia, kita dilahirkan dalam keadaan yang bersih dan suci. Kita juga belum tau apa itu agama dan tuhan itu siapa. Kita hanya mengikuti apa yang orangtua...

Persepsi Gambar

Assalamualaikum Wr Wb.  Untuk tugas  ini kita akan membahas gambar sesuai dengan perspektif kalian,karena semakin kesini semakiin panjang  kata yang harus tulis. Mungkin banyak kalimat saya yang berantakan. Sungguh dalam mengerjakan tugas ini saya sangat bersungguh-sungguh karena saya tau kelengkapan tugas  dalam Mata Kuliah Bahasa Visual pada semester  V. Dimana besar harapan saya agar dapat lulus dengan selalu mengerjakan semua tugas-tugas yang telah diberikan dan mendapatkan nilai yang memuaskan nantinya. 1.        Botol   Minum Air Mineral Dalam dunia jurnalis kita ketahui bahwa para wartawan/pers selalu berusaha mencari berita baru entah dari mana, kapan, dan dimana meraka mencari asalkan berita yang didapat sesuai fakta dan berasal dari sumbernya langsung. Biasanya para wartawan/pers yang sedang mengejar suatu berita baru atau yang sedang hangat-hangatnya mereka selalu bertemu disatu titik dimana sumbe...