Prespektif tentang manusia
Manusia merupakan ciptaan Tuhan
yang paling sempurna, manusia dibekali dengan panca indra yang sangat berfungsi
untuk bertahan hidup dibumi dan manusia juga diberikan akal yang digunakan
untuk berfikir . Manusia sendiri merupakan mahluk sosial dimana manusia tidak
dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sifat manusia yang kerap kali serakah
sering membuat manusia lain sedih atau kecewa bahkan timbul dendam diantara
manusia, bukan terhadap manusia saja manusia sering merugikan sesama mahluk hidup dengan
merusak alam banyak tumbuhan dan binatang yang punah akibat keserakahan manusia.
Pada dasarnya manusia selalu
mencari yang terbaik dalam hidupnya, sama seperti kita, hal pertama saat kita
melihat manusia pertama kalinya ialah memandang fisik manusia itu. Penilaian awal
ialah sempurna tidak kah fisik manusia itu jika sempurna , penilaian
selanjutnya melihat paras wajahnya kenapa wajah karena manusia mempunyai
perasaan dan nafsu jika manusia yang dilihat memiliki wajah yang cantik dan
tampan pasti kita akan sedikit mempunyai ketertarikan terhadap manusia yang
kita lihat, namun jika kita melihat
manusia yang mempunyai kekurangan baik dari fisik ataupun dari parasnya kita
cendrung enggan untuk menggenalnya lebih jauh.
Sudut pandang lain dalam perspektif
tentang manusia sering dilihat juga dalam segi penampilan, dimana seseorang
yang terlihat berpakaian rapi akan terlihat lebih menarik dan memberikan kesan yang
baik untuk orang yang melihatnya ,
berbeda dengan sesorang yang berpakaian sedikit urakan mereka terkesan dianggap biasa saja untuk orang yang
melihatnya dalam kata lain tidak ada yang istimewa saat kita melihat atau
memandangnya karena otak kita tidak merespon apaapun.
Manusia sendiri mempunyai insting
atau naluri, kita tidak bisa langsung menaggap manusia yang sedang menangis itu
mempunyai masalah bisa jadi manusia yang sedang menanggis itu manusia yang
telah terlepas dalam suatau masalah besar jadi manusia itu merasa senang dan
bersyukur lalu menangis.
Perspektif tentang manusia juga
dapat dilihat dari mood, saat manusia sedang melakukan pekerjaan didampingin
dengan mood yang bagus maka biasanya hasil perkajaan tersebut akan terlihat
rapi, berbeda jika dibandingankan dengan pekerjaan manusia yang dilakukan
dengan keadaan mood yang jelek, pekerjaan akan terasa lama dan cepat bosan
serta hasil pekerjaan cenderung kurang rapi.
Dari apa yang telah saya tulis diatas
tentang perspektif tentang manusia, dapat kita simpulkan gunakanlah sudut
pandang yang positif untuk melihat manusia, sandarkan pikiran negative kalian
pada suatu ide kreative yang bisa
menghasilkan suatu karya yang bermanfaat.
Comments
Post a Comment